Sabtu, 10 Juni 2017

GLOBALISASI DALAM PANDANGAN ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Umat manusia senantiasa mengalami perkembangan dari masa ke masa. Suatu perkembangan yang didorong untuk memenuhi kebutuhan dan semakin lama untuk memenuhi gaya hidup. Akal pikiran manusia terbukti terus melaju memberikan inspirasi. Waktu demi waktu berlalu dan teknologi melejit menjadi lebih mumpuni. Pada akhirnya, globalisasi menampilkan diri di setiap belahan bumi.
Globalisasi digambarkan sebagai hilangnya batasan-batasan yang dulunya memisahkan interaksi antar individu ataupun kelompok di seluruh belahan dunia. Berkat kemajuan teknologi, seluruh batasan itu seakan sudah tidak ada. Manusia dibelahan bumi manapun dapat berinteraksi dengan sangat mudah sehingga sudah seakan tak ada batasan lagi. Menyatunya seluruh manusia dan masuk kedalam dimensi global inilah yang disebut globalisasi.
Dengan adanya arus globalisasi yang tak lagi bisa kita bendung, maka kita sebagai muslim perlu mengkaji dan memahami bagaimana islam memandang globalisasi. Sehingga kita dapat memposisikan diri sebagai seorang muslim yang baik dalam menghadapi arus globalisasi. Dan bahkan kita bias memanfaatkan globalisasi sebagai ladang bagi kita untuk berdakwah dan mendapatkan pahala.

B.     Rumusan masalah
a.       Apa pengertian dari Globalisasi?
b.      Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadi Globalisasi?
c.       Bagaimana pandangan Islam terhadap Globalisasi?
C.    Tujuan
Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah sejarah peradaban islam. Selain itu makalah juga bertujuan untuk membantu dalam memahami apa pengertian dari globalisasi, apa faktor-faktor penyebab globalisasi dan bagaimana islam memandang globalisasi.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian globalisasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, globalisasi adalah proses masuknya  ke ruang lingkup dunia (kbbi.web.id, 2016).[1] Definisi ini menunjukkan bahwa  segala hal aktivitas yang terkait dengan aktivitas di seluruh dunia yang dapat kita  ketahui, merupakan suatu globalisasi. Misalnya, globalisasi siaran televisi sudah tidak dapat dihindarkan lagi, seketika kita dapat mengetahui dan menyaksikan pertandingan sepakbola di Eropa dari rumah kita

Globalisasi adalah suatu proses yang menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah, artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak. Pengertian globalisasi menurut bahasa yaitu suatu proses yang mendunia. Globalisasi dapat menjadikan suatu negara lebih kecil karena kemudahan komunikasi antarnegara dalam berbagai bidang seperti pertukaran informasi dan perdagangan.[2]
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan,investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara.
.berikut pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli atau Pakar:[3]
  1. Laurence E. Rothernberg mengatakan globalisasi ialah percepatan dari intensifikasi interaksi dan integrasi antara orang-orang, perusahaan dan pemerintah dari negara yang berbeda. 
  2. Anthony Giddens mengatakan bahwa globalisasi adalah intensifikasi hubungan sosial secara mendunia sehingga menghubungkan antara kejadian yang terjadi dilokasi yang satu dengan yang lainnya serta menyebabkan terjadinya perubahan pada keduanya. 
  3. Emanuel Ritcher mengatakan globalisasi adalah suatu jaringan kerja global yang mempersatukan masyarakat secara bersamaan yang sebelumnya tersebar menjadi terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia. 
  4. Martin Albrow mengatakan globalisasi adalah seluruh proses penduduk yang terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global. 
  5. Malcom Waters mengatakan globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
6.      Selo Soemardjan mengatakan globalisasi merupakan sebuah proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama.
  1. Achmad Suparman mengatakan globalisasi yaitu suatu proses yang menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dari setiap individu di dunia tanpa dibatasi oleh wilayah.
B.     Faktor-faktor penyebab Globalisasi
Faktor-faktor Penyebab Globalisasi adalah sebagai berikut:[4]
  1. Perkembangan teknologi informasi komunikasi yang berperan untuk kemudahan dalam transaksi ekonomi antar negara. Mudahnya akses informasi menyebabkan semakin mudahnya interaksi terhadap siapapun dibelahan dunia manapun.
  2. Kerja sama ekonomi Internasional yang memudahkan terjadinya kesepakatan-kesepakatan antarnegara yang terjalin dengan erat. Kerja sama antar Negara juga menyebabkan semakin besarnya persaingan antar Negara untuk memenagkan pasar internsional.
  3. Majunya ilmu pengetahuan pada teknologi transportasi yang mempermudah dalam jasa transport dan pengiriman barang keluar negeri. Mudahnya transformasi mempermudah interaksi dengan siapapun. Dengan mudahnya seseorang pergi menuju suatu Negara dengan waktu tempuh yang relatif cepat.
C.    Pandangan Islam Terhadap Globalisasi
adalah agama global dan universal. Tujuannya adalah menghadirkan risalah  peradaban islam yang sempurna dan menyeluruh, baik secara spirit, akhlak maupun materi. Di dalamnya, ada aspek duniawi dan ukhrowi yang saling melengkapi. Keduanya adalah satu kesatuan yang utuh dan integral. Universalitas atau globalitas islam menyerukan kepada semua manusia, tanpa memandang bangsa, suku bangsa, warna kulit dan deferensiasi lainnya. Hal ini dijelaskan Allah SWT. dalam al-Qur’an,
”Al -Qur’an itu hanyalah peringatan bagi seluruh alam” (Qs. at Takwir:27)

Semenjak abad VII H., nabi Muhamad SAW. sudah menerapkan konsep globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya ketika beliau mengirim utusannya membawa surat-surat beliau kepada para raja dan para pemimpin di  berbagai negara tetangga. Di antara para raja dan pemimpin itu adalah Raja Romawi dan Kisra Persia. Dengan demikian, ketika beliau wafat maka seluruh  bangsa Arab sudah mampu meneruskan globalisasi yang telah dirintis oleh beliau. Perlu dipahami bahwa globalisasi islam berangkat dari kesatuan antara tataran konseptual dan tataran aktual, dan ini merupakan salah satu keistimewaan islam. Bahkan menurut Fathi Yakan, globalisasi islam memiliki keistimewaaan-keistimewaan, yaitu:

a.       Memiliki keseimbangan antara hak dan kewajiban  
b.      Membangun suatu masyarakat yang adil dan memiliki kekuatan
c.       Memiliki landasan atau konsep kesetaraan manusia tanpa diskriminasi, baik status sosial, etnis, kekayaan, warna kulit dan sejenisnya
d.      Menjadikan musyawarah sebagai landasan sistem politik
e.       Menjadikan ilmu sebagai kewajiban bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat-bakat kemanusiaan dan lain-lain

Globalisasi yang kita pahami adalah globalisasi islam. Dalam kerangka filosofis keumatan, kita harus memahami bahwa islam adalah aturan universal yang bisa menjangkau dunia. Ia bisa melampaui ruang dan waktu, dan tak terbatasi. Globalisasi islam adalah proses mengglobalkan nilai-nilai universalitas, seperti toleransi, kebersamaan, keadilan, kesatuan, musyawarah dan lain-lain.[5]

Jadi dapat kita pahami Konsep globalisasi yang muncul baru-baru ini sebenarnya sudah ada dalam ajaran agama islam dan sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Maka kita sebagai umat islam perlu memanfaatkan globalisasi sekaligus meniru apa yang sudah dilakukan Nabi Muhammad SAW. Dengan memperhatikan poin-poin penting dalam globalisasi islam.[6]

BAB III

PENUTUP
A.    Kesimpulan
Globalisasi adalah suatu proses yang menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah, artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak. Pengertian globalisasi menurut bahasa yaitu suatu proses yang mendunia. Globalisasi dapat menjadikan suatu negara lebih kecil karena kemudahan komunikasi antarnegara dalam berbagai bidang seperti pertukaran informasi dan perdagangan.
Beberapa factor yang menyebabkan terjadinya globalisasi pada saat ini seperti kemajuan teknologi komunikasi dan kemajuan teknologi transportasi
Islam mamandang globalisasi bukan lagi hal baru karena bentuk globalisasi secara sederhana pernah diakukan rosulullah saw. Maka umat muslim pada zaman sekarang harus bias bangkit dan berjuang untuk menghadapi arus globalisasi pada zaman sekarang.


[1] http://kbbi.web.id, di akses pada 01 desember 2016
[2] Ahmad jenggis P. “10 Isu Global di Dunia Islam”. Yogyakarta, NFP Publishing, 2012, hlm. 56
[5]http://www.academia.edu/6215005/_Globalisasi_dalam_Islam. Di akses pada 01                                         Desember 2016
[6] Ahmad jenggis P. “10 Isu Global di Dunia Islam”. Yogyakarta, NFP Publishing, 2012, hlm. 78

Tidak ada komentar:

Posting Komentar